Solidaritas FAJI di Jubung: Perahu Karet Jadi Penyelamat Akses Pelajar Akibat Jembatan Putus

Foto : Faji bersama Mapala fasilitasi perahu karet dan tenaga untuk bantu pelajar beraktivitas 


JEMBER, CRIMEHUNTERNEWS.COM - Putusnya jembatan penghubung di wilayah Jubung membawa dampak signifikan bagi aktivitas masyarakat, terutama para pelajar yang setiap hari harus menyeberang untuk menuju sekolah. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan anak-anak yang terpaksa mencari jalur alternatif demi tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar, Jumat (17/04/26).


Menyikapi situasi tersebut, pemerintah desa bersama sejumlah pihak bergerak cepat melakukan koordinasi. Diskusi yang melibatkan kepala desa, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), serta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) menghasilkan langkah tanggap darurat guna memastikan aktivitas warga tetap berjalan. Salah satu solusi sementara yang diambil adalah penyediaan perahu karet sebagai sarana penyeberangan bagi masyarakat, khususnya para siswa.


Perahu karet tersebut kini dioperasikan setiap hari pada jam-jam sibuk, terutama pagi dan siang hari saat anak-anak berangkat dan pulang sekolah. Dengan adanya fasilitas ini, para pelajar tidak lagi harus memutar jauh atau menghadapi risiko menyeberang secara mandiri di kondisi yang berbahaya. Kehadiran relawan dari FAJI dan Mapala juga turut memastikan proses penyeberangan berjalan aman dan tertib.


Ketua Harian FAJI, Erwin Kurniawan, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata solidaritas organisasi dalam membantu masyarakat yang terdampak. Ia menegaskan bahwa FAJI tidak hanya berfokus pada olahraga arung jeram, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat. “Ini adalah bentuk kepedulian kami. Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus terhambat oleh kondisi infrastruktur yang rusak,” ujarnya.


Selain itu, keterlibatan Mapala dalam membantu operasional penyeberangan juga menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong di tengah masyarakat. Para relawan secara bergantian menjaga dan membantu warga menyeberang, sekaligus memastikan standar keselamatan tetap diterapkan.


Meski solusi ini bersifat sementara, masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan jembatan yang putus. Infrastruktur tersebut merupakan akses vital yang menunjang berbagai aktivitas warga, mulai dari pendidikan hingga perekonomian.


Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi, dan relawan, setidaknya beban masyarakat dapat sedikit teratasi. Namun demikian, perbaikan permanen tetap menjadi harapan utama agar aktivitas warga dapat kembali normal tanpa ketergantungan pada solusi darurat.(Mel)

Redaksi

membantu masyarakat mendapat informasi terbaru seputaran Jember dan sekitarnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler