Kios Pupuk Disorot: Sering Tutup, Stok Kosong, Petani Diduga Dipaksa Ikuti “Aturan Main”

Crimehunternews.Com, Jember - Persoalan distribusi pupuk bersubsidi kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada salah satu kios yang diduga kerap menutup layanan di saat kebutuhan petani justru meningkat. Kondisi tersebut memicu kecurigaan adanya pola permainan yang merugikan petani, Jumat (17/04/26).

Sejumlah petani mengaku kesulitan mendapatkan pupuk karena kios sering tidak buka pada jam operasional. Bahkan, saat musim pemupukan tiba, stok pupuk justru kerap dinyatakan kosong. Situasi ini dinilai tidak wajar, mengingat pupuk bersubsidi merupakan kebutuhan vital yang seharusnya tersedia sesuai jadwal dan distribusi yang telah ditetapkan.

“Kalau butuh pupuk, kios malah tutup. Pas buka, katanya stok habis. Kami jadi bingung,” ungkap salah satu petani.

Dari hasil konfirmasi di lapangan, sejumlah pihak distributor juga mengakui bahwa ketersediaan pupuk di tingkat kios sering mengalami kekosongan. Namun, kondisi ini memunculkan pertanyaan baru: apakah benar murni karena distribusi, atau ada pola pengaturan tertentu di tingkat kios?

Indikasi yang berkembang di tengah petani mengarah pada dugaan adanya upaya “pengondisian waktu”. Kios diduga sengaja membatasi jam buka atau ketersediaan pupuk agar petani mengikuti mekanisme tertentu yang diterapkan oleh pihak kios. Dugaan ini semakin menguat karena sebelumnya kios tersebut pernah disorot terkait praktik kartu “pipil” yang dinominalkan.

Jika benar, praktik ini berpotensi melanggar aturan distribusi pupuk bersubsidi yang mewajibkan kios melayani petani secara terbuka, transparan, dan sesuai dengan data RDKK. Kios sebagai penyalur resmi tidak diperkenankan membuat aturan sepihak yang justru menyulitkan petani.

Para petani berharap adanya tindakan tegas dari instansi terkait. Pengawasan dinilai harus diperketat, termasuk audit distribusi dan pola pelayanan kios. Jika terbukti melakukan pelanggaran, sanksi tegas hingga pencabutan izin dinilai perlu diterapkan.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa pengelolaan pupuk bersubsidi tidak boleh diselewengkan. Di tengah ketergantungan petani terhadap pupuk, setiap celah penyimpangan berpotensi langsung berdampak pada hasil panen dan kesejahteraan mereka.

Redaksi

membantu masyarakat mendapat informasi terbaru seputaran Jember dan sekitarnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler