FOTO: Kunjungan Ibu PKK Jember Kidul ke batik Rezti's
CRIMEHUNTERNEWS, JEMBER – Wisata budaya menjadi salah satu alternatif kegiatan edukatif yang dapat memperkenalkan kekayaan warisan lokal kepada masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kunjungan rombongan Ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Jember Kidul ke Batik Rezti’s, yang diisi dengan kegiatan belajar membatik secara langsung.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan batik, mulai dari memahami motif, mengenal alat dan bahan yang digunakan, hingga mempraktikkan teknik membatik. Melalui pengalaman tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dapat merasakan proses kreatif di balik terciptanya selembar kain batik.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta berkesempatan mencoba tahapan membatik dengan pendampingan, sekaligus mengenal ketelitian, kesabaran, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghasilkan karya batik. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi terhadap karya perajin serta mendorong masyarakat untuk turut melestarikan warisan budaya Indonesia.
Owner Batik Rezti’s, Lestari, menyampaikan bahwa kegiatan belajar membatik menjadi salah satu cara untuk mengenalkan batik kepada masyarakat melalui pengalaman langsung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal batik dari hasil jadinya, tetapi juga memahami bagaimana proses pembuatannya. Membatik membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas. Kami berharap pengalaman ini bisa menumbuhkan kecintaan terhadap batik sekaligus mendorong masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian budaya,” ujar Lestari.
Menurutnya, kegiatan wisata edukasi seperti ini juga menjadi peluang untuk memperkenalkan Batik Rezti’s sebagai tempat belajar budaya yang dapat dikunjungi oleh berbagai kelompok masyarakat. Dengan terlibat langsung dalam proses membatik, peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang berkesan sekaligus memahami nilai budaya dan keterampilan yang diwariskan melalui kerajinan batik.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Yunita Maharani, menyampaikan bahwa wisata berbasis budaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata daerah.
“Wisata budaya seperti belajar membatik memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung. Mereka tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga belajar dan terlibat langsung dalam aktivitas budaya. Ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan potensi lokal Jember kepada masyarakat,” ungkap Yunita.
Ia menambahkan, keterlibatan pelaku usaha dan komunitas dalam menghadirkan kegiatan wisata edukatif dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Selain memberikan nilai tambah bagi pengunjung, aktivitas tersebut juga berpotensi membuka ruang promosi bagi produk lokal dan mendukung keberlangsungan usaha berbasis budaya.
Kunjungan rombongan Ibu PKK Jember Kidul ke Batik Rezti’s menunjukkan bahwa kegiatan membatik dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Aktivitas ini sekaligus menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, menambah wawasan, serta membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya.
Melalui pengembangan wisata budaya, Kabupaten Jember diharapkan semakin mampu menghadirkan pengalaman wisata yang beragam, tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga mengangkat kreativitas, tradisi, dan potensi masyarakat lokal.
Kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah daerah menjadi salah satu langkah untuk memperkuat daya tarik wisata budaya Jember sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya bangsa.(ae)
