Jember, Crimehunternews.com – Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok, Satgas Saber Pangan Polres Jember bersama sejumlah instansi terkait melakukan inspeksi langsung ke pasar tradisional, distributor, dan retail modern di Kabupaten Jember. Dalam kegiatan tersebut, harga serta ketersediaan beras menjadi salah satu fokus utama pengawasan.
Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Selain memeriksa harga jual, petugas juga mengumpulkan informasi mengenai berbagai jenis beras yang beredar di pasaran.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Iptu Harry Sasono, menjelaskan bahwa pengawasan tersebut melibatkan sejumlah lembaga yang memiliki peran dalam menjaga stabilitas pangan. Langkah bersama ini diharapkan dapat memperkuat pengendalian harga dan distribusi kebutuhan pokok.
"Adapun unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut meliputi Polres Jember, Badan Pangan Nasional, Dinas Perdagangan, Dinas Pasar, serta Perum Bulog. Seluruh pihak melakukan pemeriksaan secara langsung untuk mengetahui kondisi harga beras di sejumlah titik perdagangan," kata Iptu Harry Sasono. Rabu (28/10/2026)
Iptu harry mengatakan, Sejumlah lokasi yang didatangi petugas di antaranya Pasar Tanjung, UD Barokah, UD Utama Sari, Roxy Jember, dan Golden Market Jember. Pemeriksaan di lokasi berbeda tersebut bertujuan mendapatkan gambaran mengenai perkembangan harga beras, baik di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern.
Menurut Iptu Harry, pemeriksaan mencakup beberapa kategori beras yang umum dijual kepada masyarakat. Jenis yang menjadi sasaran pengawasan meliputi beras premium, beras medium, serta beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP.
"Untuk kategori beras premium, petugas memeriksa sejumlah merek, seperti Brastop, Macan, Putri Koki, Bintang Mulia, dan Liwet Dua Anak. Harga jual produk-produk tersebut menjadi perhatian untuk mengetahui kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Pengawasan juga menyasar beras medium dengan merek Simental, Brastop, Happy Kuning, dan Wow. Selain itu, petugas turut memeriksa beras premium Bulog bermerek Beefood yang tersedia di lokasi perdagangan.
Iptu Harry mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, tim menemukan sejumlah produk beras premium yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Secara umum, beberapa harga yang ditemukan di lapangan dinilai masih berada dalam batas kewajaran berdasarkan hasil pemantauan.
Meski demikian, terdapat sejumlah produk beras premium yang tercatat dijual dengan harga Rp14.900 per kilogram. Temuan tersebut menjadi bagian dari data evaluasi Satgas Saber Pangan untuk melihat kondisi harga beras di masing-masing lokasi yang diperiksa.
Sementara itu, harga beras medium dan beras SPHP dalam hasil pemantauan tercatat sebesar Rp58.000 untuk kemasan lima kilogram. Informasi tersebut dihimpun sebagai bahan pengawasan terhadap harga komoditas beras yang dipasarkan kepada konsumen.
"Petugas juga menemukan beras kategori khusus dengan harga berkisar Rp98.000 hingga Rp101.000 per kemasan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, harga tersebut dinilai masih dalam batas kewajaran, dengan tetap memperhatikan jenis dan spesifikasi produk yang diperdagangkan," ungkapnya.
Iptu Harry Sasono menegaskan bahwa pemantauan harga pangan merupakan bagian dari upaya pengawasan untuk mengetahui perkembangan harga secara langsung. Pemeriksaan di berbagai jalur perdagangan dinilai penting agar kondisi pasar dapat terpantau dan potensi kenaikan harga bisa diantisipasi lebih awal.
Ia menyampaikan bahwa pengawasan tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Pemantauan secara berkala akan terus dilakukan guna mengidentifikasi kemungkinan adanya penjualan beras dengan harga yang tidak wajar serta mendukung kelancaran distribusi bahan pangan pokok.
Melalui kegiatan ini, Satgas Saber Pangan Polres Jember bersama instansi terkait berupaya memperkuat koordinasi dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan beras. Pengawasan di tingkat pedagang, distributor, hingga retail modern diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi pasar.
"Satgas Saber Pangan berharap masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga yang wajar dan pasokan yang mencukupi. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan Bulog pun diharapkan terus berjalan demi menjaga stabilitas pangan serta melindungi daya beli masyarakat di Kabupaten Jember," pungkasya. (Nang)
