Kampung Tertib Lalu Lintas di Jember Jadi Wujud Kesadaran Warga Utamakan Keselamatan


Jember, Crimehunternews.com - Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas terus dilakukan hingga ke lingkungan permukiman. Salah satunya melalui program Kampung Tertib Lalu Lintas yang menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan.

Semangat tersebut terlihat di Perumahan Bumi ST Muktisari, Kabupaten Jember, Kamis (3/9/2026), saat Tim Penilai Kampung Tertib Lalu Lintas dari Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jawa Timur datang untuk melakukan penilaian secara langsung.

Kedatangan tim penilai disambut oleh Kasat Lantas Polres Jember AKP Ade Andini bersama jajaran anggota. Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian evaluasi terhadap penerapan budaya tertib lalu lintas yang telah dibangun masyarakat di lingkungan tersebut.

"Penilaian tidak hanya berorientasi pada kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga melihat sejauh mana kesadaran warga dalam menerapkan perilaku aman dan tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari," kata Kasatlantas AKP Ade Andini.

AKP Andini mengatakan, sejumlah aspek menjadi perhatian tim, di antaranya kepatuhan masyarakat dalam menggunakan helm, keteraturan kendaraan saat parkir, serta kondisi lingkungan yang mendukung terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Selain itu, kegiatan pembinaan keselamatan berlalu lintas yang dilakukan secara rutin di lingkungan masyarakat juga menjadi bagian yang turut diperhatikan dalam proses penilaian.

AKP Ade Andini mengungkapkan, keberhasilan membangun Kampung Tertib Lalu Lintas tidak cukup hanya dengan memasang rambu atau menyediakan fasilitas pendukung. Hal yang lebih penting adalah membentuk kebiasaan warga agar secara sadar mematuhi aturan lalu lintas.

Pembinaan kepada masyarakat pun terus dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Warga diajak memahami bahwa setiap perilaku di jalan memiliki dampak terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

AKP Ade Andini menegaskan bahwa perubahan budaya berlalu lintas harus dimulai dari lingkungan terkecil. Keluarga dan masyarakat sekitar dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan disiplin sejak dini.

“Perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Satlantas Polres Jember terus bergerak berdampingan dengan masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas, bukan karena ada petugas yang mengawasi, melainkan karena kesadaran bahwa keselamatan adalah hak dan kewajiban kita bersama,” tegasnya.

Menurutnya, kesadaran berlalu lintas yang tumbuh secara mandiri akan memberikan dampak yang lebih kuat dan berkelanjutan dibandingkan kepatuhan yang hanya muncul ketika terdapat petugas di lapangan.

Program Kampung Tertib Lalu Lintas diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, berbagai persoalan keselamatan dan ketertiban lalu lintas dapat dicegah sejak dari lingkungan tempat tinggal.

"Penilaian yang dilakukan Tim Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jawa Timur juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui sejauh mana penerapan budaya tertib lalu lintas telah berjalan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan," ungkapnya.

Satlantas Polres Jember berharap semangat yang tumbuh di Perumahan Bumi ST Muktisari tidak berhenti pada kegiatan penilaian. Kesadaran tersebut diharapkan terus dipelihara dan menjadi kebiasaan seluruh warga dalam beraktivitas menggunakan kendaraan.

Keberadaan Kampung Tertib Lalu Lintas pada akhirnya diharapkan menjadi contoh positif bagi lingkungan lainnya di Kabupaten Jember. "Dari satu kampung, budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas diharapkan terus berkembang sehingga mampu mendukung terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, lancar, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat," pungkas. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler