Bolo Saif Festival Diawali Aksi Bersih Sungai, Tebar 6.000 Benih Ikan dan Edukasi Lingkungan untuk Anak-anak

 

foto: peringatan keras larangan membuang sampah sembarangan 

CRIMEHUNTERNEWS, JEMBER – Bolo Saif Festival yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gus Saif dikemas dengan berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan pelestarian lingkungan selama dua hari berturut-turut di kawasan RIS, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Pada hari pertama, Senin (27/7/2026), kegiatan diawali dengan aksi resik sungai yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Aksi bersih sungai tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi dan komunitas yang diikuti TNI, Polri, Tagana, Pemerintah Kecamatan Patrang, Rescue NasDem, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jember, siswa-siswi SMP Negeri 7 Jember, Yasrama, serta sejumlah relawan lainnya. Kegiatan ini turut dihadiri Dandim 0824 Jember Letkol Inf. Rifqi Muhammad Syuhada, Kustiono Musri sebagai salah satu aktivis Jember, Camat Patrang, dan Kapolsek Patrang.

Dengan menggunakan perahu karet yang disiapkan FAJI Jember, para peserta menyusuri aliran sungai sambil mengangkat sampah yang mencemari lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian bersama terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Usai aksi bersih sungai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penebaran 6.000 benih ikan ke aliran sungai sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan populasi ikan di perairan setempat.

Tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, Bolo Saif Festival juga menghadirkan kegiatan edukatif bagi anak-anak. Ratusan peserta didik taman kanak-kanak mengikuti lomba mewarnai dengan suasana penuh keceriaan. Mereka juga diberi kesempatan mencoba wahana flying fox serta berkeliling sungai menggunakan perahu karet yang disiapkan FAJI Jember, sehingga anak-anak dapat mengenal sungai lebih dekat sekaligus belajar mencintai lingkungan sejak usia dini.

Dandim 0824 Jember Letkol Inf. Rifqi Muhammad Syuhada mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan budaya yang harus diwariskan kepada generasi muda.

"Melestarikan lingkungan harus menjadi budaya masyarakat. Gotong royong membersihkan sungai, menjaga kebersihan, dan tidak membuang sampah sembarangan adalah nilai-nilai yang harus terus kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini. Dengan budaya peduli lingkungan, kita tidak hanya menjaga alam, tetapi juga mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang," ujar Letkol Inf. Rifqi Muhammad Syuhada.

Sementara itu, Gus Saif menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga kelestarian sungai merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Terima kasih kepada seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah, relawan, komunitas, dan masyarakat yang telah hadir serta bergotong royong menjaga kebersihan sungai. Kebersamaan seperti ini harus terus kita pelihara," ujar Gus Saif.

Dalam kesempatan itu, Gus Saif juga memberikan teguran keras kepada masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai. Ia menegaskan bahwa kebiasaan tersebut menjadi penyebab utama pencemaran lingkungan, pendangkalan sungai, hingga meningkatnya risiko banjir saat musim hujan.

Melalui Bolo Saif Festival, ia berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan sungai, merawat lingkungan, dan menjadikan budaya gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Jember yang lebih bersih, sehat, dan lestari.(*)

Redaksi

membantu masyarakat mendapat informasi terbaru seputaran Jember dan sekitarnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler