NOERA Gaungkan Kampanye Lawan Cream Abal-abal, Edukasi Pemulihan Kulit Pasca Ketergantungan


Jember, Crimehunternews.id – Kampanye edukasi mengenai risiko penggunaan krim wajah ilegal kembali digelar melalui gerakan “Noera X Musuh Cream Abal-abal” di Hotel Fortuna Grande Jember, Jumat (6/3/2026). Acara ini menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilih produk perawatan kulit yang aman dan resmi.


Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber, termasuk dokter dan psikolog, untuk memberikan pemahaman mendalam tentang dampak jangka pendek maupun panjang dari krim ilegal. Peserta diberikan informasi mengenai bagaimana produk ilegal dapat merusak kulit dan mengganggu kesehatan secara keseluruhan.


Menurut dr. Grandika, penggunaan krim ilegal yang menjanjikan hasil instan seperti kulit lebih putih atau mulus dalam waktu singkat, sebenarnya membawa risiko serius. Bahan aktif berbahaya dalam krim tersebut, seperti merkuri, hydroquinone dosis tinggi, dan steroid, dapat menimbulkan kerusakan permanen pada kulit.


“Efek samping tidak hanya berupa iritasi atau kemerahan, tetapi kulit bisa menjadi lebih tipis, sensitif, dan rentan terhadap masalah dermatologis lain,” ujar dr. Grandika. Ia juga menyoroti fenomena skin rebound, di mana kulit bereaksi negatif ketika penggunaan krim berbahaya dihentikan secara mendadak.


Dr. Grandika menjelaskan bahwa pemulihan kulit memerlukan perawatan yang tepat. Tahap awal meliputi menghentikan penggunaan produk berbahaya, menggunakan pembersih wajah lembut, pelembap untuk memperkuat skin barrier, dan tabir surya untuk melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut.


Selain aspek medis, kampanye ini juga menyoroti faktor psikologis di balik penggunaan krim ilegal. Psikolog Erdi Istiaji mengatakan banyak orang tergoda krim instan karena tekanan sosial dan dorongan untuk tampil “sempurna”. Hal ini sering membuat konsumen mengabaikan keamanan produk demi hasil cepat.


“Dorongan untuk memiliki kulit putih dan mulus membuat sebagian orang mudah tergoda produk instan. Padahal, keputusan yang diambil tanpa pertimbangan keamanan dapat berdampak negatif pada kesehatan kulit dan kepercayaan diri,” jelas Erdi.


Sementara itu, edukator kesehatan Husnul Hotimah menekankan pentingnya literasi kosmetik bagi masyarakat. Ia menyarankan agar konsumen selalu memeriksa nomor izin edar, membaca komposisi bahan, dan tidak mudah percaya klaim hasil instan sebelum membeli produk.


"Kampanye ini juga memberikan tips sederhana namun efektif agar masyarakat terhindar dari risiko krim ilegal. Menurut para narasumber, langkah paling dasar adalah memastikan produk memiliki izin edar resmi dan menghindari produk yang menjanjikan perubahan instan tanpa jaminan keamanan," tuturnya.


Husnul menambahkan, gelalui gerakan ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih skincare. Kesadaran untuk membeli produk aman tidak hanya melindungi kulit, tetapi juga membangun kepercayaan diri jangka panjang.


"Kesehatan kulit tidak bisa didapat secara instan, dan edukasi mengenai keamanan kosmetik merupakan langkah penting untuk menjaga kulit tetap sehat dan terhindar dari risiko produk ilegal," pungkasnya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler