Komisi D DPRD Jember Sidak RSUD dr. Soebandi, Soroti Rekrutmen Nakes dan Lonjakan Pasien

Foto : Diruangan komisi D bersama manajemen RSUD dr. Soebandi 

Crimehunternews. Com, Jember - Pertemuan antara Komisi D DPRD Jember dengan manajemen DPRD Jember dan RSUD dr. Soebandi digelar di ruang Komisi D DPRD Jember pada Rabu (03/03/26). Agenda tersebut membahas sejumlah temuan terkait lonjakan pasien serta rekrutmen tenaga kesehatan (nakes).

Dalam forum tersebut, anggota Komisi D dari Fraksi PKB, Mochammad Hafidi, menyampaikan bahwa RSUD dr. Soebandi sebagai rumah sakit plat merah harus dikelola secara transparan dan profesional. Ia menyoroti lonjakan pasien yang cukup signifikan pada Januari hingga Februari 2026, yang dalam satu hari disebut pernah mencapai sekitar 1.300 pasien.

“Lonjakan yang luar biasa ini tentu membutuhkan tambahan tenaga kesehatan agar pelayanan tetap optimal,” ujarnya dalam rapat.

Namun, Wakil Direktur SDM RSUD dr. Soebandi Z Yelli sebelumnya menyatakan tidak ada anggaran untuk penambahan nakes. Pernyataan tersebut menjadi sorotan saat dalam pertemuan muncul informasi bahwa sudah ada “lampu hijau” untuk penambahan tenaga. Saat Hafidi menanyakan sumber pernyataan tersebut, tidak ada pihak yang dapat memberikan jawaban pasti.



Kecurigaan itu semakin menguat setelah Hafidi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah sakit dan menemukan empat tenaga kesehatan baru di ruang OK (operasi) yang telah bekerja sekitar satu minggu. Bahkan, keempatnya disebut sudah mengantongi Surat Keputusan (SK).

Temuan tersebut kemudian disampaikan dalam forum ruang rapat komisi D Direktur RSUD dr. Soebandi, I Nyoman, menjelaskan bahwa tenaga yang dimaksud berstatus freelance, khususnya untuk tenaga anestesi yang belakangan mengalami peningkatan kebutuhan akibat lonjakan pasien operasi.

Selain persoalan SDM, Hafidi juga menyoroti sistem teknologi informasi (IT) RSUD dr. Soebandi. Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan, sistem IT seharusnya sudah lebih canggih dan terintegrasi agar dapat mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Dari hasil pertemuan tersebut, Komisi D menyatakan pembahasan belum final dan masih memerlukan evaluasi lanjutan. Hafidi menegaskan bahwa pihaknya akan kembali mengagendakan pertemuan berikutnya untuk memastikan seluruh persoalan dapat dituntaskan secara transparan.

Sementara itu, saat awak media mencoba mengonfirmasi kepada Direktur RSUD dr. Soebandi melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan menyampaikan singkat bahwa persoalan tersebut “disenyumin saja” dan menyatakan bahwa pembahasan kemarin sudah clear hingga berita ini terbit. (*)

Redaksi

membantu masyarakat mendapat informasi terbaru seputaran Jember dan sekitarnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler