Foto ; Bantuan untuk warga Ledokombo dari BPBD
Crimehunternews.Com, Jember - Hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB mengakibatkan dapur rumah milik warga di RT 01 RW 10 Dusun Salak, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember ambruk. Bangunan dapur non permanen milik Simin (87) tersebut roboh diduga karena konstruksi yang sudah lapuk dan tidak mampu menahan terpaan cuaca ekstrem. Rumah tersebut dihuni empat jiwa, termasuk dua lansia. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan kerusakan dikategorikan rusak ringan.
Laporan kejadian diterima pada Senin (2/3/2026) pukul 07.00 WIB. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 10.00 WIB dan melakukan koordinasi dengan Muspika Kecamatan Ledokombo. Setibanya di lokasi sekitar pukul 11.20 WIB, petugas melakukan assessment serta penghitungan kebutuhan pascabencana (Jitupasna), sekaligus menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako, lauk pauk, tambahan gizi, makanan siap saji, perlengkapan makan, terpal, sandang pria dan wanita, paket kebersihan, serta selimut. Penanganan dan dokumentasi selesai pada pukul 12.00 WIB dan tim kembali ke mako.
Baca juga:
https://www.crimehunternews.com/2026/03/banjir-landa-tiga-kecamatan-di-jember.html
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. “Kami langsung menurunkan tim untuk melakukan asesmen dan memastikan kondisi korban. Dari hasil pengecekan di lapangan, dapur rumah non permanen ambruk akibat hujan dan angin kencang, diperparah kondisi bangunan yang sudah lapuk. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Edy menambahkan, BPBD akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa agar perbaikan dapat segera dilakukan. “Kami sudah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan akan mendukung tindak lanjut sesuai hasil Jitupasna. Harapannya, dapur rumah bisa segera diperbaiki sehingga hunian kembali aman dan layak,” tegasnya.
Saat ini, puing-puing dapur yang roboh telah dibersihkan secara gotong royong oleh Muspika, perangkat desa, relawan, RT/RW, dan warga setempat. Pemerintah desa berencana melakukan perbaikan, sementara BPBD siap mendukung penanganan lanjutan. Tidak terdapat kendala dalam proses penanganan di lapangan.(ae)
