Foto : Kunjungan kerja Bupati Jember Muhammad Fawait ke PT Nankai Indonesia
CRIMEHUNTERNEWS.COM, JEMBER – Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan Bupati Jember, Gus Fawait, untuk melakukan kunjungan kerja ke PT Nankai Indonesia, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang yang beroperasi di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan pihak perusahaan, tetapi juga meninjau langsung kontribusi investasi terhadap perekonomian daerah.
Menariknya, rombongan Bupati bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menggunakan kendaraan dinas masing-masing seperti biasanya. Mereka berangkat bersama menggunakan satu kendaraan minibus jenis Hiace. Langkah ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menerapkan efisiensi energi dan penghematan penggunaan bahan bakar.
Menurut Gus Fawait, kebijakan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat terkait penghematan energi di tengah kondisi global yang tidak menentu, termasuk fluktuasi harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik.
“Kami sengaja berangkat bersama dalam satu kendaraan. Ini adalah bentuk komitmen untuk menghemat penggunaan BBM sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden agar pemerintah daerah ikut berperan dalam menjaga stabilitas anggaran negara,” ujar Gus Fawait.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga menyampaikan apresiasi kepada PT Nankai Indonesia yang telah berinvestasi cukup besar di Kabupaten Jember. Perusahaan tersebut tercatat telah menanamkan modal sekitar 10 juta dolar Amerika Serikat atau lebih dari Rp150 miliar. Kehadiran perusahaan ini dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.
Saat ini, PT Nankai Indonesia mempekerjakan sekitar 250 karyawan, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan warga lokal Jember, terutama masyarakat di sekitar Kecamatan Silo.
Bupati menegaskan bahwa investasi memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah serta mengurangi angka kemiskinan. Selain mengandalkan belanja pemerintah, kehadiran sektor swasta dinilai menjadi motor penggerak ekonomi yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, juga terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, salah satunya melalui percepatan penyelesaian Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi investor yang ingin menanamkan modal di Jember.
Selain membahas investasi dan efisiensi energi, Gus Fawait juga menyinggung kemungkinan penerapan kembali skema kerja fleksibel atau Work From Home (WFH) secara terbatas di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, pengalaman selama masa pandemi menunjukkan bahwa teknologi digital mampu mendukung kinerja aparatur tanpa harus selalu hadir secara fisik di kantor.
“Dengan perkembangan teknologi saat ini, sebagian pekerjaan bisa dilakukan secara daring. Ini bisa menjadi salah satu strategi untuk menekan biaya operasional sekaligus mengurangi mobilitas yang berdampak pada penggunaan BBM,” jelasnya.
Di akhir kunjungan, Gus Fawait berharap setiap investasi yang masuk ke Jember tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan perekonomian daerah semakin kuat dan mampu menghadapi tantangan global di masa mendatang.(Ae)
