Crimehunternews, Jember - Kegiatan car free day (CFD) yang berlangsung setiap Minggu pagi di kawasan Sumberan, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, kian menunjukkan geliat positif. Digelar mulai pukul 06.00 hingga 08.30 WIB, aktivitas ini tidak hanya menjadi ruang olahraga bagi masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi pusat ekonomi rakyat melalui pasar krempyeng yang diikuti sekitar 150 pedagang.
Pasar krempyeng tersebut menghadirkan beragam produk khas lokal, mulai dari kuliner tradisional hingga hasil olahan UMKM warga setempat. Kehadiran ratusan pedagang ini menjadi bukti bahwa kegiatan CFD mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat berbasis kearifan lokal yang telah tumbuh sejak lama.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, sekaligus warga Dusun Sumberan, Harry Agustriono, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejatinya merupakan pengembangan dari aktivitas masyarakat yang sudah ada sebelumnya, kemudian dikemas lebih terstruktur menjadi semacam car free day.
“Ini sebenarnya potensi lokal yang sudah lama ada, kemudian kita dorong dan kembangkan menjadi lebih tertata seperti car free day. Di sini ada sekitar 150 pedagang yang terlibat, dan semuanya berbasis UMKM masyarakat,” ujar Harry.
Ia juga menambahkan bahwa lokasi CFD Sumberan memiliki nilai strategis karena berada di jalur utama menuju destinasi wisata selatan Jember, seperti Watu Ulo dan Papuma. Kondisi ini membuka peluang besar untuk menjadikan pasar krempyeng sebagai destinasi wisata tradisional yang bisa disinggahi wisatawan.
“Letaknya sangat strategis, berada di poros wisata Jember menuju Watu Ulo dan Papuma. Ini berpotensi menjadi pasar wisata tradisional, sehingga wisatawan yang melintas di pagi hari bisa mampir, menikmati kuliner, sekaligus mengenal produk lokal masyarakat,” imbuhnya.
Dengan potensi tersebut, diharapkan kegiatan CFD Sumberan tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga mampu berkembang menjadi daya tarik wisata baru yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga sekitar.
