CRIMEHUNTERNEWS.COM, JEMBER - Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan puluhan pohon tumbang, merusak rumah warga, fasilitas pendidikan, serta merobohkan sejumlah gudang tembakau.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, bencana angin kencang terjadi di beberapa wilayah, yakni Desa Kesilir dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Wuluhan, Desa Paseban Kecamatan Kencong, serta Desa Karangrejo Kecamatan Gumukmas.
“Angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan mengakibatkan banyak pohon tumbang serta merusak sejumlah rumah warga dan fasilitas umum,” ujar Edy Budi Susilo.
Berdasarkan data sementara BPBD Jember, tercatat dua rumah mengalami kerusakan sedang dan 17 rumah rusak ringan. Selain itu, satu warga mengalami luka ringan akibat tertimpa genteng saat kejadian.
Sebanyak 18 jiwa terdampak sementara harus mengungsi atau menumpang di rumah kerabat terdekat karena rumahnya mengalami kerusakan.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan sekitar 50 pohon tumbang di berbagai titik. Beberapa fasilitas pendidikan turut terdampak, di antaranya SD Kesilir 01 serta SDN Tanjungrejo 04, 05, dan 06 yang mengalami kerusakan pada bagian atap bangunan sekolah.
Di Desa Tanjungrejo Kecamatan Wuluhan, angin kencang juga merobohkan sekitar 15 gudang tembakau. Bahkan salah satu gudang roboh menimpa rumah warga sehingga menyebabkan kerusakan sedang dan memaksa penghuni rumah mengungsi sementara.
Edy menjelaskan, tim BPBD bersama unsur Muspika, pemerintah desa, relawan, serta masyarakat langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Petugas melakukan asesmen, pemotongan pohon tumbang, serta membantu evakuasi warga dan ternak yang terdampak. Hingga malam hari penanganan pohon tumbang yang menimpa rumah warga sudah sekitar 80 persen terselesaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini kondisi cuaca di wilayah terdampak sudah cerah berawan dan akses jalan yang sempat tertutup pohon tumbang telah kembali normal.
Namun demikian, BPBD masih menghadapi kendala di Desa Tanjungrejo Kecamatan Wuluhan. Sebuah gudang tembakau yang roboh dan menimpa rumah warga masih berpotensi bergerak dan mengancam bangunan di sekitarnya.
“Kami membutuhkan bantuan alat berat seperti crane atau skylift untuk mengamankan posisi gudang yang roboh tersebut agar tidak membahayakan rumah warga di sekitarnya,” tambahnya.
BPBD Jember juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi, terutama dengan memperhatikan kondisi pohon besar di sekitar rumah yang berpotensi tumbang.
Penanganan lanjutan akan dilakukan melalui kerja bakti bersama warga dan instansi terkait, sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak bencana. (Ae)
