Crimehunternews, Jember – Banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis (12/2/2026) hingga Jumat (13/2/2026) dini hari mengakibatkan ribuan warga terdampak. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) di 8 kecamatan dan 17 desa/kelurahan terdampak banjir, dengan wilayah terparah berada di Kecamatan Rambipuji yang mencapai 3.210 KK terdampak.
Sejumlah sungai yang mengalami peningkatan debit air di antaranya Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, Kaliklepuh, hingga aliran Sungai Bedadung. Luapan air dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga 2 meter menggenangi rumah warga, merusak jembatan, serta menyebabkan kemacetan di sejumlah akses jalan.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan telah melakukan evakuasi warga, pembersihan sisa banjir, serta mendirikan dapur umum dan dapur mandiri. Penanganan difokuskan di Kecamatan Rambipuji karena menjadi wilayah paling terdampak.
Wakil Kepala Polres Jember, Kompol Ferry Dharmawan, turut turun langsung ke lokasi bersama personel Polsek setempat untuk membantu proses evakuasi warga terdampak banjir. Warga yang rumahnya terendam sementara dievakuasi ke Balai Desa Rambipuji untuk mendapatkan tempat aman dan bantuan logistik.
Kompol Ferry Dharmawan mengatakan, kehadiran Polri merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami bersama anggota turun langsung membantu evakuasi warga yang terdampak banjir ke lokasi aman di Balai Desa Rambipuji. Selain itu, kami juga menyalurkan bantuan logistik untuk membantu kebutuhan warga selama masa tanggap darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polres Jember akan terus bersinergi dengan BPBD dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan dampak banjir.
“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, membantu evakuasi, pengamanan, dan distribusi bantuan, agar warga terdampak dapat segera tertangani dengan baik,” tegasnya.
Saat ini, ratusan warga masih mengungsi di sejumlah titik, termasuk Balai Desa Rambipuji, rumah warga, dan tempat ibadah. Petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan, evakuasi, serta penyaluran bantuan guna memastikan kondisi warga tetap aman dan kebutuhan dasar terpenuhi.(AE)

