Crimehunternews, Jember – Banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis (12/2/2026) hingga Jumat (13/2/2026) dini hari mengakibatkan ribuan warga terdampak. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) di 8 kecamatan dan 17 desa/kelurahan terdampak banjir.
Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah dengan dampak paling parah, dengan total 3.210 KK terdampak. Disusul Kecamatan Bangsalsari sebanyak 316 KK, Kaliwates 199 KK, Balung 184 KK, Sukorambi 33 KK, Kalisat 3 KK, Ajung 2 KK, sementara Kecamatan Panti terdampak pada sektor infrastruktur.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 299 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah titik aman di Kecamatan Rambipuji. Selain mengungsi di rumah warga dan masjid, sebagian warga terdampak juga untuk sementara dievakuasi di Balai Desa Rambipuji guna mendapatkan perlindungan dan memudahkan distribusi bantuan logistik.
Banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, di antaranya tiga jembatan putus dan roboh, satu jembatan gantung rusak, serta satu pondok pesantren terdampak. Selain itu, tiga rumah warga mengalami rusak ringan. Di Desa Suci, Kecamatan Panti, jembatan di wilayah Sentul dilaporkan putus. Sementara di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, banjir merendam akses jalan dan merobohkan jembatan gantung serta jembatan di area perkebunan Kaputren.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan maksimal sekaligus memberikan dukungan kepada warga. Ia menyampaikan bahwa banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang menyebabkan debit air di sejumlah sungai meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga.
“Curah hujan tinggi sejak siang hingga malam menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Kami fokus pada evakuasi warga, distribusi logistik, serta penanganan di wilayah terdampak terparah, khususnya di Kecamatan Rambipuji,” ujarnya.
Sejumlah sungai yang mengalami peningkatan debit air di antaranya Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, Kaliklepuh, hingga aliran Sungai Bedadung. Luapan air dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga 2 meter menggenangi rumah warga, merusak jembatan, serta menyebabkan kemacetan di sejumlah akses jalan.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan telah melakukan evakuasi warga, pembersihan sisa banjir, serta mendirikan dapur umum dan dapur mandiri. Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan penanganan di lokasi terdampak, dengan prioritas di Kecamatan Rambipuji yang menjadi wilayah paling terdampak banjir.(AE)

