Bukan Sabung Ayam, Kontes Ayam Tarung di Panti Murni Ajang Hobi

Foto : Kontes ayam yang dilakukan secara terbuka di pasar Sidomulyo 

CRIMEHUNTERNEWS, JEMBER – Kontes ayam tarung kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pihak menyamakan kegiatan tersebut dengan praktik sabung ayam. Anggapan itu dinilai keliru dan menyesatkan, sebab kontes ayam tarung memiliki perbedaan mendasar baik dari segi aturan, tujuan, maupun pelaksanaannya.

Dalam kontes ayam tarung, seluruh ayam peserta terlebih dahulu menjalani proses penimbangan untuk memastikan kesetaraan kelas. Ayam yang dipertandingkan disesuaikan dengan bobot dan ketentuan yang telah ditetapkan panitia, sehingga tidak terjadi pertarungan bebas tanpa aturan. Bahkan pada bagian jalu ayam dipasangkan pelindung khusus, serupa dengan sarung tangan dalam olahraga tinju, guna meminimalisir cedera berat.

Oki Wijaya menegaskan, kontes ayam tarung tidak mengandung unsur perjudian dalam bentuk apa pun. Tidak ada taruhan, bandar, maupun praktik judi ayam yang kerap melekat pada stigma sabung ayam. “Ini murni kontes. Kami mewadahi para pecinta ayam untuk menyalurkan hobi sekaligus menguji kualitas ayam mereka secara terkontrol dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurutnya, kontes ini justru menitikberatkan pada pengujian stamina, teknik bertarung, dan daya tahan ayam, bukan pada kemenangan demi uang. Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah pengawasan panitia dan mengikuti ketentuan yang telah disepakati bersama.

Ia juga menyayangkan masih adanya pemberitaan yang menggiring opini publik dengan menyebut kontes ayam sebagai sabung ayam berkedok judi. Narasi tersebut dinilai merugikan para penghobi sekaligus menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

Dengan adanya regulasi, perlindungan pada ayam, serta ketiadaan unsur taruhan, kontes ayam tarung tidak dapat disamakan dengan sabung ayam yang identik dengan perjudian dan kekerasan tanpa pengawasan. Masyarakat diminta lebih cermat membedakan informasi agar tidak terjebak pada persepsi keliru yang berulang kali memicu polemik.

Kontes ayam tarung tersebut diketahui dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di Pasar Sidomulyo, Kecamatan Panti. Kegiatan ini diikuti oleh para penghobi ayam dari berbagai wilayah sekitar yang datang secara terbuka dan terorganisir.

Salah satu warga sekaligus peserta kontes menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni ajang hobi dan tidak mengandung unsur perjudian. Ia menyampaikan bahwa sejak awal tidak ada praktik taruhan dalam bentuk apa pun. “Tidak ada judi sama sekali. Ini murni hobi, wadah bagi pecinta ayam untuk mengonteskan ayam tarung mereka,” ujarnya.

Menurutnya, para peserta justru lebih fokus pada kualitas ayam yang dibawa, mulai dari stamina, teknik bertarung, hingga ketahanan fisik. Hasil dari kontes tersebut dijadikan bahan evaluasi oleh masing-masing pemilik ayam, bukan untuk mencari keuntungan materi melalui taruhan.(AE)

Redaksi

membantu masyarakat mendapat informasi terbaru seputaran Jember dan sekitarnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler