Universitas Annuqayah Sumenep Studi Tiru Pendidikan Kepesantrenan di Lapas Jember

 

Foto: Bertempat di Lapas Jember kunjungan Study Tiru Universitas Annuqayah Sumenep

CRIMEHUNTERNEWS, JEMBER — Program pendidikan kepesantrenan yang dijalankan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember menjadi perhatian Universitas Annuqayah Sumenep. Melalui kunjungan studi tiru pada Kamis (15/10/2026), rombongan universitas tersebut menggali pengalaman mengenai pengelolaan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan.

Rombongan dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Annuqayah, Dr. KH. Mohammad Hosnan, bersama lima perwakilan yang terdiri atas unsur pimpinan universitas, fakultas, serta program studi. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana pendidikan kepesantrenan diterapkan di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari perizinan pendirian madrasah, penyusunan kurikulum, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, hingga evaluasi dan sertifikasi kelulusan.

Tak hanya membahas aspek teknis, diskusi juga menyoroti pentingnya pendidikan agama dalam membangun karakter, memperkuat mental, serta menumbuhkan kesadaran diri warga binaan sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Jember, Wahyu Susetyo, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pertukaran pengalaman dengan lembaga pendidikan menjadi peluang untuk mengembangkan program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kami menyambut baik kunjungan Universitas Annuqayah. Harapannya, melalui kegiatan ini kita bisa saling berbagi pengalaman dan memperkuat pengelolaan pendidikan kepesantrenan agar semakin bermanfaat bagi warga binaan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Annuqayah, Dr. KH. Mohammad Hosnan, mengapresiasi pelaksanaan pendidikan kepesantrenan di lingkungan Lapas Jember. Pengalaman yang diperoleh dari kunjungan ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus referensi dalam pengembangan sistem pendidikan yang lebih terstruktur.

Kegiatan berlangsung dengan koordinasi jajaran Lapas Jember, termasuk memperhatikan kesiapan administrasi, sarana dan prasarana, serta ketentuan keamanan yang berlaku.

Melalui studi tiru ini, Lapas Jember berharap pengembangan pendidikan kepesantrenan dapat terus ditingkatkan. Pendidikan agama diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, memperkuat nilai moral, dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali beradaptasi secara positif di tengah masyarakat.(*) 

Redaksi

membantu masyarakat mendapat informasi terbaru seputaran Jember dan sekitarnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler