Jember, Crimehunternews.id – Satlantas Polres Jember mengedepankan pendekatan humanis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas melalui program "Polantas Menyapa" yang menyasar para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang ujian teori Satlantas Polres Jember, Jum'at (3/7/2026).
Program ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembekalan bagi calon pemegang SIM, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara petugas kepolisian dan masyarakat. Dalam suasana yang interaktif, peserta memperoleh penjelasan mengenai aturan lalu lintas, etika berkendara, hingga pentingnya mengutamakan keselamatan saat berada di jalan.
Kasatlantas Polres Jember, AKP Ade Andini, mengatakan dialog langsung dipilih sebagai metode edukasi karena dinilai mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat.
"Melalui dialog langsung, peserta dapat menanyakan berbagai hal terkait rambu lalu lintas, tata cara berkendara yang aman, hingga aturan yang sering ditemui di jalan raya," katanya.
Menurut Ade Andini, memiliki SIM bukan sekadar memenuhi syarat administratif untuk mengemudikan kendaraan. Lebih dari itu, setiap pengendara harus memahami aturan serta memiliki kesadaran untuk mematuhi ketentuan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Selain memberikan edukasi, Satlantas Polres Jember juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menampung berbagai masukan dari masyarakat terkait kondisi lalu lintas di wilayah mereka. Aspirasi yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan di lapangan.
Melalui program "Polantas Menyapa", Satlantas Polres Jember berharap dapat menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas sejak proses penerbitan SIM. "Upaya tersebut diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Jembe," pungkasnya. (Nang)
