Pemkab Jember Bersihkan Lapak PKL yang Ditinggalkan di Trotoar Kawasan Kaliwates


Jember, Crimehunternews.id - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang (ITR) kembali melakukan penertiban terhadap lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di trotoar. Penertiban tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/3/2026) di sejumlah ruas jalan di wilayah Kaliwates.


Kegiatan ini difokuskan pada lapak-lapak yang ditinggalkan pemiliknya di trotoar dan tidak digunakan untuk berjualan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu fungsi trotoar yang seharusnya menjadi fasilitas bagi pejalan kaki.


Kasatpol PP Kabupaten Jember, Bambang Rudianto, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban serta kebersihan ruang publik. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program gerakan Jember Asri.


"Sebelum dilakukan penertiban, pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Pendekatan secara persuasif juga sudah dilakukan dengan memberikan peringatan agar lapak tidak ditinggalkan di trotoar," kata Kasatpol PP Bambang.


Namun pada pelaksanaan kali ini, petugas mengambil tindakan dengan mengangkut lapak yang tetap dibiarkan di lokasi tanpa pemilik. Hal itu dilakukan karena keberadaannya dianggap melanggar aturan pemanfaatan trotoar.


Bambang menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melarang masyarakat untuk berdagang. Pedagang tetap diperbolehkan berjualan di kawasan tersebut selama mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.


"Salah satu ketentuan yang berlaku adalah batas waktu berjualan. Aktivitas berdagang di trotoar diperbolehkan mulai pukul 14.00 hingga menjelang subuh," tuturnya.


Setelah selesai berjualan, para pedagang diminta untuk membawa pulang lapak atau rombong mereka. Trotoar tidak boleh digunakan sebagai tempat penyimpanan lapak karena fungsinya diperuntukkan bagi pejalan kaki.


Dalam penertiban tersebut, petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dispenda, dan Dinas Cipta Karya turut diterjunkan. "Sejumlah lapak di sepanjang Jalan Gajah Mada hingga Jalan Hayam Wuruk dibongkar, termasuk yang berdiri semi permanen dan menjorok ke badan jalan," pungkasnya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler