Jember - Komandan Kodim 0824/Jember, Letkol Arm Indra Andriansyah, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan meninggalnya Serka Putu, anggota Babinsa Karangrejo Koramil Sumbersari, yang sempat dikaitkan dengan dugaan pesta minuman keras. Jum'at (2/1/2026)
Letkol Arm Indra menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta medis. Berdasarkan keterangan resmi dan resume medis rumah sakit, Serka Putu meninggal dunia akibat henti jantung atau cardiac arrest yang dipicu oleh kondisi hipertensi.
Ia menyampaikan bahwa Serka Putu menghembuskan napas terakhirnya di RS DKT Baladhika Husada Jember setelah mendapatkan penanganan medis. Diagnosis yang ditegakkan oleh pihak rumah sakit adalah hipertensi dengan komplikasi yang berujung pada henti jantung.
“Pemberitaan yang menyebutkan almarhum meninggal dunia akibat minuman keras adalah tidak benar. Fakta medis menunjukkan penyebab meninggal dunia adalah henti jantung,” tegas Letkol Arm Indra Andriansyah.
Untuk memperkuat klarifikasi tersebut, Kodim 0824 Jember juga menghadirkan keterangan dari dokter jaga IGD RS DKT Baladhika Husada, dr. Deni Febriwijaya Romadhon, yang secara langsung menangani almarhum.
dr. Deny menjelaskan bahwa Serka Putu datang ke Instalasi Gawat Darurat pada 8 Desember sekitar pukul 20.48 WIB dengan keluhan utama sesak napas. Almarhum datang dalam kondisi sadar dan diantar oleh istrinya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tekanan darah pasien sangat tinggi, yakni 202/121 mmHg, serta saturasi oksigen yang menurun. Tim medis segera memberikan oksigenasi dan melakukan penanganan awal untuk menstabilkan kondisi pasien.
Dari hasil anamnesa, diketahui bahwa Serka Putu memiliki riwayat sesak napas, batuk lama, serta penyakit darah tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, dokter jaga melakukan konsultasi dengan dokter paru dan dokter jantung.
Atas rekomendasi dokter jantung, pasien kemudian dipindahkan ke ruang ICU sekitar pukul 22.00 WIB untuk mendapatkan perawatan intensif karena kondisi hipertensinya yang masuk kategori darurat.
Namun setelah dirawat di ICU, kondisi almarhum semakin menurun. Tekanan darahnya turun drastis dari kondisi awal yang tinggi menjadi 70/44 mmHg, disertai gelisah dan penurunan kesadaran.
Setelah dilakukan observasi dan penanganan maksimal oleh tim medis, Serka Putu dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.01 WIB akibat serangan jantung yang dipicu oleh hipertensi emergency, sebagaimana tertuang dalam keterangan medis resmi rumah sakit.(Nang)
