1.173 KPM Sumbersari Terima 30 Kg Beras, Lurah Soroti Akurasi Data Desil


Jember, Crimehunternews.com – Sebanyak 1.173 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, menerima bantuan sosial pangan berupa beras tahap ketiga untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.


Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Sumbersari, Senin (7/9/2026). Pemerintah kelurahan mengatur proses pembagian secara bertahap untuk memastikan penyaluran berjalan tertib dan tidak menimbulkan antrean panjang.


Lurah Sumbersari, Bhatara Pragusta, ST., mengatakan setiap KPM memperoleh tiga kantong beras dengan berat masing-masing 10 kilogram. Dengan demikian, total bantuan yang diterima setiap keluarga mencapai 30 kilogram beras.


Menurut Bhatara, jumlah penerima yang mencapai 1.173 KPM membutuhkan pengaturan khusus dalam proses distribusi. Jika seluruh penerima datang secara bersamaan, dikhawatirkan terjadi penumpukan dan warga harus menunggu terlalu lama.


Karena itu, penyaluran dibagi ke dalam beberapa sesi. Distribusi dijadwalkan berlangsung pada Senin, Selasa, dan Kamis, dengan pembagian waktu pelayanan pada pukul 08.00 WIB serta pukul 13.00 WIB.


“Ini untuk mengurai antrean panjang. Kami berharap pelaksanaan distribusi bantuan pangan beras ini bisa berjalan aman, lancar dan tidak ada kendala yang berarti,” ujar Bhatara.


Di balik proses penyaluran tersebut, pihak kelurahan juga menaruh perhatian terhadap persoalan data penerima bantuan, khususnya berkaitan dengan klasifikasi desil. Data desil digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi keluarga berdasarkan sejumlah indikator.


Bhatara menyebut klasifikasi desil masyarakat berada pada rentang 1 hingga 10. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan warga yang secara kondisi ekonomi dinilai membutuhkan bantuan, tetapi tercatat dalam desil yang relatif lebih tinggi, seperti desil 6 atau 7.


Ia mengatakan berdasarkan informasi yang diterima dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), bantuan pangan beras pada tahap ini tetap dapat disalurkan kepada penerima yang telah masuk dalam daftar. Meski demikian, persoalan ketepatan data desil diharapkan menjadi bahan evaluasi.


“Penerima bantuan sosial itu idealnya berada di desil 1 sampai 4. Sementara saat ini bantuan pangan beras ternyata ada yang berada di desil 5 sampai 10. Mudah-mudahan ini menjadi bahan evaluasi agar disesuaikan,” ungkapnya.


Menurutnya, kondisi tersebut tidak selalu menggambarkan keadaan masyarakat di lapangan. Data yang menjadi dasar pengelompokan berasal dari proses pendataan dan sensus yang dilakukan instansi terkait, sehingga dimungkinkan terdapat perbedaan antara data dengan kondisi ekonomi warga saat ini.


Bhatara menjelaskan, penggolongan desil berkaitan dengan sejumlah indikator kemampuan ekonomi, termasuk pendapatan dan pengeluaran rumah tangga. Data tersebut juga dapat mengalami perubahan seiring adanya pembaruan sistem maupun ketentuan dalam pendataan sosial ekonomi.


Selain persoalan data, terdapat perubahan bentuk bantuan pada tahap ketiga. Jika pada penyaluran tahap pertama dan kedua masyarakat biasanya menerima beras sekaligus minyak goreng, kali ini bantuan yang disalurkan hanya berupa beras.


Terkait alasan perubahan komoditas tersebut, Bhatara menegaskan bahwa pihak kelurahan berada pada posisi sebagai pelaksana distribusi. Kebijakan mengenai jenis dan komposisi bantuan merupakan kewenangan pemerintah pusat dan pihak yang menetapkan program.


“Alasannya kami tidak tahu kepastiannya. Kami hanya melaksanakan dan membantu menyalurkan kepada penerima. Kenapa ada beras, kenapa ada minyak, atau mungkin nanti ditambah lainnya, itu merupakan kebijakan pusat,” jelasnya.


Bhatara berharap penyaluran bantuan sosial di Kelurahan Sumbersari ke depan semakin tepat sasaran. Ia menilai dukungan RT dan RW sangat penting untuk memberikan informasi mengenai kondisi warga. "Sehingga data penerima dapat terus diperbarui dan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Jember," pungkasya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler