CRIMEHUNTERNEWS.COM, JEMBER – Upaya mengungkap dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jember mulai menunjukkan perkembangan. Hal ini diungkapkan oleh David Handoko Seto yang juga dikenal aktif memimpin Baret Rescue 159 dalam berbagai aksi kemanusiaan, Selasa (24/03/26).
Dalam keterangannya saat ditemui di kediamannya, David menyampaikan bahwa salah satu unit kendaraan Rescue yang sebelumnya digunakan untuk operasional kemanusiaan, kini harus dihentikan sementara. Kendaraan tersebut dijadikan barang bukti dalam rangkaian proses hukum terkait dugaan perburuan mafia BBM.
“Unit Rescue yang kemarin digunakan dalam kejadian itu, hari ini harus berhenti beroperasi sementara karena dijadikan barang bukti sampai kasus ini selesai,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk mengungkap praktik mafia BBM yang dinilai telah merugikan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa keberadaan mafia BBM menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan bahan bakar yang selama ini dikeluhkan warga Jember.
“Ini bagian dari perburuan mafia BBM yang menyengsarakan rakyat. Salah satu penyebab kelangkaan BBM di Jember harus diungkap secara terang,” tegas David.
Meski harus merelakan salah satu armada Rescue tidak beroperasi sementara, pihaknya tetap berkomitmen melayani masyarakat melalui unit lain yang masih tersedia. Baret Rescue 159, lanjutnya, akan terus hadir membantu kebutuhan darurat warga tanpa henti.
Kasus ini pun diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas jaringan distribusi BBM ilegal yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. David juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal proses ini agar berjalan transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Dengan langkah tegas ini, diharapkan praktik mafia BBM di Jember dapat segera ditertibkan, sehingga distribusi bahan bakar kembali normal dan tidak lagi merugikan masyarakat kecil.(Mel)
