Jember - Pemerintah Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember menggelar Musyawarah Desa (Musdes) laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Kemuning Lor pada Selasa (20/1/2026).
Musdes ini dihadiri oleh Camat Arjasa, Kepala Desa Kemuning Lor, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa , Babinkamtibmas serta perwakilan lembaga desa lainnya. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal jalannya pemerintahan desa.
Kepala Desa Kemuning Lor, Budi Haryanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musdes laporan pertanggungjawaban APBDes merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan setiap tahun. Hal ini bertujuan untuk memberikan laporan secara terbuka terkait penggunaan anggaran desa.
Menurut Budi, transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam pengelolaan keuangan desa. Melalui Musdes ini, masyarakat dapat mengetahui secara langsung realisasi anggaran yang telah dilaksanakan selama tahun 2025.
“Kegiatan ini kami lakukan secara rutin sebagai bentuk pertanggungjawaban anggaran di tahun 2025, dan kami sampaikan secara transparan kepada masyarakat,” ujar Budi.
Dalam Musdes tersebut, pemerintah desa memaparkan secara rinci realisasi pendapatan dan belanja desa, termasuk program pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan operasional pemerintahan desa.
Selain pemaparan laporan, Musdes juga menjadi forum diskusi dan evaluasi. Masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan, saran, maupun pertanyaan terkait pelaksanaan program yang telah berjalan.
Sementara itu Camat Arjasa Andri Purnomo menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah desa dalam menyampaikan laporan keuangan. Diharapkan, pola komunikasi dan transparansi seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan ke depannya.
"Dengan terselenggaranya Musdes laporan pertanggungjawaban APBDes Tahun Anggaran 2025 ini, Pemerintah Desa Kemuning Lor di harap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan desa," pungkasnya. (*)
