CRIMEHUNTERNEWS, JEMBER – Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara. Di tengah masyarakat, TNI juga hadir melalui berbagai kegiatan sosial serta membantu percepatan pembangunan dan program pemerintah.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam podcast “TNI Untuk Rakyat” yang digelar di RRI Jember, Selasa (11/8/2026). Podcast tersebut mengangkat tema “Pencapaian Program Unggulan TNI AD Kodim 0824/Jember”.
Hadir sebagai bintang tamu utama Dandim 0824/Jember Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P. Selain itu, hadir Kepala LPP RRI Jember Anak Agung Gde Ngurah, S.Sos., M.Si., serta sejumlah perwakilan OPD Pemkab Jember, yakni Ervan Yudianto dari Dinas Pekerjaan Umum, Rizky dari Dinas Sosial, Maryono dari bidang perumahan rakyat, kawasan permukiman dan lingkungan hidup, Rahman dari Dinas Pertanian dan Pangan, serta Poerwahjoedi dari Bakesbangpol Jember. Podcast dipandu oleh Nizar.
Dandim 0824/Jember Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada menegaskan, TNI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Menurutnya, tugas TNI dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara juga harus berjalan beriringan dengan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat.
“Pada dasarnya TNI memang memiliki tugas utama dalam menjaga keamanan dan pengamanan negara. Namun, TNI juga harus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan membantu program pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada rakyat,” ujar Rifqi.
Ia menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI mengenai pentingnya kedaulatan dan kemandirian bangsa. Karena itu, TNI akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak.
“Untuk menjadi negara yang berdaulat, kita harus mampu mandiri dalam berbagai hal. Karena itu, TNI akan terus mendukung program pemerintah, termasuk ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial maupun pengamanan wilayah,” jelasnya.
TNI Bantu pembuatan jembatan terutama akses pendidikan
Sementara itu, Ervan Yudianto dari Dinas Pekerjaan Umum Jember menjelaskan, salah satu bentuk sinergi dengan TNI adalah perbaikan akses yang menunjang aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas pendidikan.
Menurut Ervan, terdapat sekitar 86 titik yang telah dilakukan perbaikan. Dalam pelaksanaan pekerjaan, pihaknya memperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk menyelesaikan satu konstruksi atau satu jembatan.
Namun, keterlibatan TNI dinilai mampu membantu mempercepat proses pengerjaan di lapangan.
“Untuk pengerjaan konstruksi, secara teknis kami membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Dengan adanya bantuan dan dukungan TNI, tentu pelaksanaan di lapangan bisa lebih maksimal dan prosesnya dapat berjalan lebih cepat ,” ungkap Ervan.
TNI Bantu Renovasi Panti Asuhan
Dari sektor sosial, Rizky dari Dinas Sosial Jember menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan TNI dalam membantu pembangunan maupun renovasi yayasan dan panti asuhan.
Menurutnya, keberadaan TNI sangat membantu proses pengerjaan sehingga sejumlah kegiatan renovasi dapat dilakukan dengan lebih cepat.
“Kami sangat terbantu dengan adanya TNI dalam kegiatan sosial, salah satunya pembangunan maupun renovasi yayasan dan panti asuhan. Dengan adanya sinergi ini, pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat,” kata Rizky.
Meski demikian, sinergi tersebut berjalan dua arah. TNI juga membutuhkan dukungan Dinas Sosial, terutama terkait data masyarakat yang membutuhkan bantuan.
TNI Kawal Ketahanan Pangan
Program ketahanan pangan yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah juga menjadi pembahasan dalam podcast tersebut.
Rahman dari Dinas Pertanian dan Pangan Jember menjelaskan, sinergi bersama TNI dilakukan mulai dari pengawalan pencetakan sawah, budidaya pertanian, proses produksi hingga membantu memastikan hasil pertanian dapat terserap pasar.
“Peran TNI sangat membantu dalam pengawalan program ketahanan pangan. Tidak hanya pada proses produksi, tetapi juga bagaimana hasil pertanian dapat dipasarkan sehingga petani bisa mendapatkan harga yang lebih stabil,” jelas Rahman.
Menurutnya, keterlibatan TNI di lapangan menjadi bagian penting dalam mendorong optimalisasi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Bedah Rumah Jadi Perhatian
Sementara itu, Maryono yang membidangi perumahan rakyat, kawasan permukiman dan lingkungan hidup menyampaikan bahwa persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi pekerjaan besar di Jember.
Ia menyebut terdapat sekitar 194.000 rumah tidak layak huni, dengan persentase sekitar 27 persen. Untuk tahun 2026, terdapat usulan program kepada pemerintah pusat melalui program PSPS sebanyak 3.000 unit rumah.
Hingga saat ini, sebanyak 1.355 unit rumah telah dilaksanakan melalui program bedah rumah.
“Beberapa kriteria rumah yang masuk kategori tidak layak huni antara lain tidak memiliki fondasi bangunan yang memadai, sirkulasi udara yang tidak memenuhi aspek kesehatan, luasan bangunan, serta kondisi fisik bangunan yang tidak memenuhi standar,” terang Maryono.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Dukungan TNI dalam membantu percepatan pelaksanaan program tersebut juga mendapat apresiasi.
“Peran serta TNI dalam membantu percepatan pembangunan menjadi apresiasi tersendiri. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan agar program dapat berjalan dan manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Sinergi Cegah Hoaks
Sekretaris Bakesbangpol Jember, Poerwahyjoedi, menekankan pentingnya sinergitas seluruh pihak dalam memastikan program pembangunan berjalan dengan baik.
Menurutnya, pemerintah, TNI, OPD dan seluruh elemen masyarakat harus memiliki komunikasi serta koordinasi yang kuat agar berbagai program dapat dilaksanakan secara maksimal.
“Bagaimana proyek ini bisa berjalan dengan baik tentu membutuhkan sinergitas bersama seluruh pihak yang berkompeten untuk membangun Jember. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita mencegah penyebaran berita hoaks dan menggunakan media sosial secara maksimal untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” jelas Poerwahjoedi.
Menutup pembahasan, Dandim 0824/Jember kembali menegaskan bahwa TNI akan terus menjadi bagian dari masyarakat dan berada di garis terdepan dalam membantu pembangunan serta menjaga keamanan wilayah.
“TNI tidak terpisahkan dari masyarakat. Ke depan kami akan terus berupaya menyokong hasil yang optimal. TNI akan menjadi pelopor terdepan dalam membantu pembangunan sekaligus menjaga keamanan wilayah,” pungkas Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada.
Podcast RRI Jember tersebut menjadi ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat komunikasi publik sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi lintas sektor.(AE)
