Viral Video ‘Flexing’ Gaji Pertama Pegawai SPPG di Jember Tuai Kecaman


Jember, Crimehunternews.id - Sebuah video singkat berdurasi 29 detik yang menampilkan aksi pamer gaji pertama oleh pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Klatakan menjadi perbincangan hangat di Jember. Konten tersebut sempat diunggah melalui akun TikTok @sppgklatakan.jem sebelum akhirnya dihapus setelah menuai gelombang kritik dari masyarakat.


Dalam tayangan itu, sejumlah pegawai memperagakan penggunaan gaji pertama mereka untuk membeli barang-barang mewah. Narasi yang dibangun di antaranya menyebut pembelian iPhone, mobil Honda Jazz, hingga adegan Shoping bersama selingkuhan yang dikemas dengan gaya humor.


Meski disebut sebagai konten hiburan, video tersebut telanjur menyebar luas di berbagai grup WhatsApp dan platform media sosial lainnya. Penyebaran cepat itu memicu reaksi beragam dari warganet yang menilai isi video tidak pantas dipublikasikan melalui akun resmi lembaga pelayanan publik.


Sejumlah warga menyampaikan kekecewaannya. Salah satunya Joko, warga Jember, yang menilai aksi tersebut kurang menunjukkan empati terhadap kondisi sosial masyarakat setempat. Menurutnya, tidak semua warga berada dalam kondisi ekonomi yang stabil. Rabu (25/2/2026)


Ia menyinggung besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember yang berkisar Rp3 jutaan. Dalam situasi tersebut, menurut Joko, pamer gaya hidup berlebihan berpotensi melukai perasaan masyarakat, terlebih masih adanya kategori kemiskinan ekstrem di wilayah itu.


"Aparatur pelayanan publik seharusnya menjadi contoh dalam bersikap, termasuk saat menggunakan media sosial. Ia berharap para pegawai dapat lebih bijak dalam mengekspresikan kebahagiaan pribadi tanpa harus mengundang persepsi negatif di ruang publik," ungkapnya.


Menanggapi polemik yang muncul, Kepala Dapur SPPG Klatakan, Muhammad Irsyad, membenarkan bahwa video tersebut dibuat oleh pegawai di lingkungan kerjanya. Namun ia menegaskan konten itu tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya dan dibuat semata-mata untuk hiburan internal.


Irsyad menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Ia memastikan video tersebut segera dihapus begitu menyadari munculnya respons negatif dan penyebaran luas di berbagai platform pesan instan.


Ia menambahkan, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi institusinya yang baru beroperasi kurang dari satu bulan. "Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam mengelola akun resmi lembaga agar tidak kembali menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat," pungkasnya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler